Umpan Mancing Ikan Mujair Paling Paten Sejagat!

Umpan Ikan Mujair di Empang

Bertemu teman lama yang seorang pemancing tentu saja sangat membahagiakan. Sama-sama punya hobi memancing ikan. Topik yang dibahas kali ini lebih fokus tentang umpan mancing ikan mujair (ikan jaer:Sunda)

Ngopi sambil ngobrolin tentang serunya mancing ikan mujair memang sangat mengasikkan, sampai kami lupa waktu hehe..

Dan yang membuat saya tidak sabar adalah ketika teman ingin memberikan rahasia umpan ini. Wow.. inilah yang ditunggu. Karena saya juga sangat ingin tahu apa sih resep jitunya.

Bahkan teman saya itu memberikan racikan pavoritnya khusus untuk mancing di empang.

Kerennya lagi, teman saya bilang bahwa racikan ini sebetulnya bisa buat semua jenis umpan mujair, diantaranya:

Bahkan yang seru lagi, umpan ini bisa digunakan di malam hari sekalipun.

Keren kan..

Namun, sebelum saya membocorkannya untuk Anda, saya ingin Anda mengetahui secara jelas mengenai ikan mujair ini, supaya Anda lebih paham lagi karakternya.

Baik, inilah sekilas penjelasannya tentang asal-usul mujair.

umpan mancing ikan mujair

Ikan Mujair adalah sejenis ikan air tawar yang biasa dikonsumsi dengan rasa yang lezat.

Penyebaran alami ikan ini adalah perairan Afrika dan di Indonesia pertama kali ditemukan oleh Pak Mujair di muara Sungai Serang pantai selatan Blitar, Jawa Timur pada tahun 1939.

Meski masih menjadi misteri, bagaimana ikan itu bisa sampai ke muara terpencil di selatan Blitar, tak urung ikan tersebut dinamai ‘mujair’ untuk mengenang sang penemu.

Nama ilmiahnya adalah Oreochromis mossambicus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Mozambique tilapia, atau kadang-kadang secara tidak tepat disebut “Java tilapia”.

Ikan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

Ikan berukuran sedang, panjang total maksimum yang dapat dicapai ikan mujair adalah sekitar 40 cm. Bentuk badannya pipih dengan warna hitam, keabu-abuan, kecoklatan atau kuning.

Sirip punggungnya (dorsal) memiliki 15-17 duri (tajam) dan 10-13 jari-jari (duri berujung lunak); dan sirip dubur (anal) dengan 3 duri dan 9-12 jari-jari.

Dan inilah kebiasaannya:

Ikan mujair mempunyai toleransi yang besar terhadap kadar garam (salinitas), sehingga dapat hidup di air payau. Jenis ikan ini memiliki kecepatan pertumbuhan yang relatif cepat, tetapi setelah dewasa kecepatannya ini akan menurun.

Mujair juga sangat peridi. Ikan ini mulai berbiak pada umur sekitar 3 bulan, dan setelah itu dapat berbiak setiap 1½ bulan sekali. Setiap kalinya, puluhan butir telur yang telah dibuahi akan ‘dierami’ dalam mulut induk betina, yang memerlukan waktu sekitar seminggu hingga menetas.

Hingga beberapa hari setelahnya pun mulut ini tetap menjadi tempat perlindungan anak-anak ikan yang masih kecil, sampai anak-anak ini disapih induknya.

Dengan demikian dalam waktu beberapa bulan saja, populasi ikan ini dapat meningkat sangat pesat. Apalagi mujair cukup mudah beradaptasi dengan aneka lingkungan perairan dan kondisi ketersediaan makanan.

Tidak mengherankan apabila ikan ini dianggap invasif dan menimbulkan berbagai masalah baru di perairan yang didatanginya, seperti halnya di Singapura, dan di California Selatan, Amerika Serikat.

Tidak luput pula adalah berbagai waduk dan danau-danau di Indonesia yang ‘ditanami’ ikan ini, seperti misalnya Danau Lindu di Sulawesi Tengah. (Disalin dari: Wikipedia)

Jika pada artikel sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang umpan mancing ikan mas, umpan mancing ikan bawal, umpan mancing ikan lele dan umpan mancing ikan gabus, nah kali ini mungkin Anda sudah tidak sabar ingin mengetahui rahasia paling jitu umpan mancing ikan mujair ini ya,

Saya akan membagikannya untuk Anda sekarang.

Umpan Mancing Ikan Mujair Paling Galak

Mungkin Anda sudah sering mendengar bahwa umpan terbaik mujair paling umum itu seperti ini: Cacing, udang kecil, ulat beras, laron, ulat belimbing dan kupu-kupu.

Saya tidak ingin mengulasnya lagi, karena saya punya satu umpan ikan mujair yang terlewatkan.

Ini dia,

Cecunguk Kecil (Kecoak)

umpan mancing ikan mujair
Kecoak

Mungkin Anda kaget saat mendengarnya ya,

Cecunguk atau istilah lainnya kecoak, coro atau bangsat. Binatang ini sangat mudah ditemukan di sekeliling kita.

Cecunguk kecil adalah umpan paling galak untuk ikan mujair. Ini bukan tanpa alasan.

Karena warna kecoklatan pada kecoa dengan motif dan garis hitam pada tubuhnya akan membuat mujair tertantang untuk segera mendekati. Hal ini juga sangat sesuai dengan karakter ikan mujair yang agresif dan brutal.

Aroma bau menyengat dari tubuh cecunguk ini akan memancing penciuman mujair untuk segera merapat dan memangsanya.

Karenanya, cecunguk sangat cocok sekali sebagai umpan mujair.

Penasaran?

Dan untuk racikan umpan mancing mujair sangat mudah sekali, inilah 2 bahan yang diperlukan:

  1. Nasi Putih
  2. Telur Asin
umpan mancing ikan mujair
Nasi Putih

Ambil nasi kira-kira 2-3 sendok makan. Aduk nasi dan kuning telur asin (hanya kuning telurnya saja) hingga mengental, jika perlu tambahkan sedikit air supaya tidak terlalu lengket.

Akan lebih baik jika sedikit ditumbuk agar nasinya bisa lebih halus.

umpan mancing ikan mujair
Telor Asin

Dan disarankan, umpan ini digunakan hanya untuk hari saat Anda membuatnya saja, tidak bagus jika digunakan pada keesokan harinya karena racikan tersebut akan basi dan itu tidak disukai mujair.

Itulah resep jitu Umpan Mancing Ikan Mujair yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini.

O iya, ada satu hal yang terlewatkan. Teman saya bilang, biasakan berdo’a sebelum berangkat memancing agar mendapat rezeki dan hasil tangkapan yang banyak.

Dan tunggu bocoran rahasia umpan mancing ikan berikutnya!

“Belum bisa disebut seorang Pemancing Ikan Hebat jika di Android Anda belum ada 14 GAME MANCING IKAN ini!”

1 thought on “Umpan Mancing Ikan Mujair Paling Paten Sejagat!”

Leave a Comment