Mengenal Jenis-Jenis Teknik dalam Memancing Ikan

Teknik mancing ikan.

Bagi sebagian orang, memancing tidak lebih dari menyalurkan hobi dan hanya sebatas keisengan saja.

Namun siapa sangka kalau ternyata ada banyak istilah dalam memancing yang mungkin asing terutama untuk Anda yang pemula.

Bagi pemancing profesional, selain mempelajari cara mancing yang baik, ternyata ada beberapa teknik memancing yang perlu dikuasai. Atau paling tidak, mereka harus mengenalinya.

Teknik-teknik tersebut dipercaya bisa memberikan manfaat besar bagi keberhasilan dalam memancing. Karenanya, mereka akan serius saat mempelajarinya.

Walau pada dasarnya tidak ada satupun aturan baku yang mengharuskan pemancing selalu melakukan setiap teknik ini.

Mereka percaya, memancing merupakan aktivitas yang fleksibel yang dalam kondisi tertentu bisa melakukan gerakan atau teknik apapun untuk mendapatkan ikan saat memancing.

Namun, tidak ada salahnya jika teknik memancing ini juga bisa dikuasai serta diterapkan.

Jika Anda ingin seperti mereka (pemancing profesional), 6 teknik memancing ini bisa jadi bermanfaat buat Anda.

Silahkan pelajari.

Mengenal Teknik Mancing dari Pemancing Profesional

1. Teknik Casting

teknik memancing ikan

Teknik casting adalah teknik melempar umpan tiruan (lure) dengan menggunakan alat joran dan reel.

Teknik casting memang menuntut tangan untuk terus-menerus melempar dan menggulung senar sampai ikan mengejar dan menyambar lure. Itulah yang membedakan casting dengan teknik mancing dasaran.

Lebih bagus lagi jika teknik ini dilakukan dengan menggunakan kapal atau perahu untuk menariknya. Sehingga lure bisa bergerak sedemikian rupa dan menjadi perhatian ikan-ikan.

Teknik casting sendiri bisa diaplikasikan pada semua tempat, bisa di laut, danau, rawa, sungai atau bahkan di kolam/empang.

Adapun beberapa alat yang diperlukan untuk teknik casting adalah:

Umpan tiruan

Umpan tiruan atau umpan palsu merupakan umpan yang terbuat dari karet, ayu, fiber atau bahan bahan lainya yang biasanya didesain mirip bentuk ikan atau hewan lainnya yang merupakan makanan ikan target.

Yang terpenting bentuk ikan tersebut bisa menarik perhatian ikan sehingga menyambarnya.

Umpan tiruan dibuat dengan berbagai macam bentuk, warna, dan ukuran dan didesain sesuai jenis ikan dan spot memancing.

Umpan tiruan juga biasa disebut dengan artifisal lure atau artifisial bait, dan lebih populer disebut lure.

Reel

Ada jenis reel yang dirancang khusus untuk digunakan dalam teknik casting, yakni bait casting reel atau biasa disingkat BC.

Akan tetapi reel spinning juga dapat digunakan untuk teknik casting.

Akan tetapi bait casting reel terkadang kurang nyaman ketika digunakan untuk teknik casting tertentu, misalnya untuk ultralight menggunakan lure dengan berat di bawah 3 gram.

Ukuran reel harus disesuaikan dengan teknik casting yang digunakan, spot mancing, dan jenis ikan target.

Joran

Idealnya, joran yang digunakan adalah joran khusus yang bersifat lentur dan tidak terlalu kaku.

Material utamanya biasa berbahan carbon dan panjangnya bisa antara 150 sampai 210 cm dengan lemparan pada umumnya sejauh 20 sampai 30 M.

Bisa juga menggunakan joran berbahan fiber, namun kelemahannya joran yang berbahan ini sangat berat dan kaku sehingga bisa mempengaruhi action atau gerak dari lure.

Senar

Senar, kenur atau benang yang umum digunakan untuk casting adalah braided line atau benang PE.

Walaupun senar biasa atau monoline dapat digunakan untuk casting, namun monoline biasanya hanya digunakan untuk leader.

Benang braided line digunakan untuk senar utama karena benang jenis ini terbilang lebih kuat. Sehingga memungkinkan dapat melempar lure lebih jauh.

Selain itu, sifat benang jenis ini  yang hampir tidak mulur sehingga memudahkan pemancing dalam mengontrol action lure.

Monoline digunakan untuk leader karena warnnya cenderung transparan.

Selain itu benang monoline memiliki sifat elastis yang dapat meredam hentakan joran. Hal ini akan sangat membantu jika casting dengan target ikan yang mulutnya rapuh atau gampang sobek.

Ada juga leader yang menggunakan senar fluorocarbon dan shock leader yang dirancang lebih transparan dan kuat dibanding senar mono biasa.

Target Ikan

Target ikan casting umumnya merupakan ikan ikan predator. Seperti barakuda, marlin atau ikan-ikan jenis predator laut lainnya.

Jika memancing di sungai, ikan hampala dan ikan palung bisa menjadi target casting. Atau ikan nila ketika memancing di kolam/empang.

Berikut ini adalah video mancing dengan 5 teknik casting.

2. Teknik Popping

teknik mancing ikan

Popping adalah salah satu teknik mancing dengan menggunakan popper sebagai umpan.

Popper sendiri terbuat dari bahan kayu atau fiber yang dibentuk menyerupai ikan dengan dilengkapi treble hook dibagian ekor dan body popper.

Ada 2 jenis popper, yaitu:

  1. Popper berbentuk churger (ujung kepala cekung seperti mangkuk) yang berfungsi untuk menahan air saat di sentak. Sehingga akan menimbulkan percikan air serta riak gelombang untuk menarik perhatian ikan agar menyambar.
  2. Popper berbentuk pencil yang sisi kepalanya tidak terdapat churger atau cekungan seperti mangkuk. Cara penggunaannya di gulung seperti teknik casting memakai minnow.

Beberapa alat yang diperlukan untuk teknik popping adalah:

Joran

Joran popping panjang antara 210 cm sampai 250 cm, ukuran PE 6 sampai PE 10 tergantung selera.

Teknik popping dianjurkan memakai joran panjang agar bisa menghasilkan lemparan cukup jauh antara 30 sampai 40 meter ke titik spot.

Reel

Reel memakai ukuran 8000 hingga 20.000 dengan kemampuan drag reel di atas 10 kg.

Spot popping rata-rata di karang-karang dangkal yang sangat besar resiko reel putus karena tergesek karang.

Untuk ukuran ratio, sebaiknya memakai ratio tinggi 4:9:1 atau lebih.

Line/senar

Untuk line wajib memakai jenis multifilament (PE).

Karena salah satu sensasi popping yaitu tarik menarik dengan ikan ketika menggunakan joran panjang yang otomatis menambah berat saat fight melawan ikan.

Salah satu keunggulan PE dibanding monofilament adalah diameternya yang lebih kecil sehingga kapasitas spool bisa memuat senar lebih banyak.

Hook/kail

Untuk teknik mancing popping rata rata memakai treble hook ukuran 0/3 sampai 0/5 dengan ketebalan 4×4 atau 5×5 besar ukuran hook disesuaikan dengan ukuran popper yang digunakan sehingga tidak mengganggu action popper itu sendiri.

Khusus bagi yang menerapkan CnR gunakan treble hook tanpa barbles sehingga kail mudah dilepas dari mulut ikan. Penggunaan hook GT recorder sangat direkomendasikan.

Sarung tangan

Dalam teknik popping, pemakaian sarung tangan terutama bagi pemula cukup penting dengan cara jari telunjuk full tertutup. Karna saat melempar lure dan bail arm di buka, jari telunjuklah yang bertugas menahan PE sebagai pengganti bail arm.

Ketika popper dilempar akan terjadi gesekan langsung antara PE dengan kulit jari telunjuk. Hal ini akan menyebabkan sakit yang efeknya tidak bisa melakukan lemparan dalam durasi waktu yang lama.

Fighting belt

Fighting belt atau gimbal bagi pemula saat penting. Karena dengan teknik popping, tekanan dari tenaga ikan melalui joran akan sangat besar.

Sehingga ketika ujung butt mengenai perut dengan posisi yang tidak pas akan sangat membahayakan. Terlebih jika  ujung butt joran berbahan alumunium tanpa penutup karet.

Spot popping

Untuk spot popping biasanya disekitaran tebing-tebing karang yang memiliki drof off yang cukup bagus dan ber arus deras.

Bisa juga di atas karang di ketinggian 5 hingga 30 meter.

Bahkan spot popping sangat bagus di area pengeboran atau di tempat pelampung untuk mengikat kapal.

Di bawah ini adalah video memancing dengan teknik popping.

3. Teknik Trolling

teknik mancing ikan

Teknik trolling merupakan teknik mancing di laut yang dilakukan dari atas kapal atau perahu dengan posisi kapal berjalan.

Namun saat strike, kecepatan kapal atau perahu harus di kurangi.

Teknik trolling ini juga merupakan salah satu tehnik mancin tertua untuk memburu ikan seperti halnya: marlin, tuna, wahoo, tenggiri, barakuda dan ikan laut besar lainnya.

Teknik ini harus menggunakan reel khusus (open reel) yang cukup kuat dengan joran khusus yang hanya terdiri dari satu batang dan harus ditarik kapal dengan kecepatan 5-7 knot.

Trolling biasanya menggunakan umpan buatan yang dibuat dari fiber glass, kayu atau plastik.

Umpan palsu yang paling populer adalah rapala yang cocok digunakan ketika memancing ikan tenggiri dan wahoo.

Dan ada jenis umpan buatan lainnya yang disebut konahead yang berbentuk seperti cumi tapi berwarna mencolok dan sangat cocok untuk mancing ikan sejenis marlin, layaran dan lemadang.

Adapun beberapa peralatan yang diperlukan untuk teknik trolling ini adalah:

Joran

Pilih joran yang dilengkapi dengan roller.

Hal ini bertujuan agar senar tidak terjepit atau menjadi pipih saat mendapatkan tekanan besar dari tenaga ikan serta tidak mudah panas disaat long fight.

Reel

Untuk memancing dengan teknik trolling memang membutuhkan reel yang khusus. Gunakan reel yang dilengkapi dengan level drag dan double speed.

Senar (kenur)

Senar yang paling cocok adalah monofilament dengan ukuran 50-80 lbs.

Shock leader

Ukuran shock leader biasanya dua kali ukuran main line.

Jika menggunakan senar ukuran 50lbs maka shock leader yang digunakan idealnya 100lbs.

Serat kabel baja/wire

Digunakan untuk menyambung senar dengan mata pancing. Selain itu berguna untuk melindungi senar dari gigi ikan yang tajam.

Panjangnya kira-kira 1 – 1.5 m.

Untuk umpan yang menggunakan konahead dan umpan alami biasanya tidak memakai wire karena untuk memaksimalkan kerja umpan tersebut.

Hook

Jika menggunakan umpan alami, mata pancing mutlak diperlukan.

Gunakan mata pancing dengan ukuran 5 – 7, karena pada umumnya target mancing dengan teknik trolling adalah ikan besar. Sedangkan jika memakai umpan buatan biasanya sudah terdapat mata pancing yang sesuai ukuran umpannya.

Umpan

Ada 2 alternatif umpan dengan teknik mancing trolling, yaitu:

  1. Umpan alami. Gunakan ikan bandeng karena memiliki warna yang terang dan mengkilat sehingga dapat menarik perhatian ikan target.
  2. Umpan buatan dengan memakai rapala atau konahead. Pilih warna terang, mengkilat dan kuat. Keuntungan menggunakan umpan buatan adalah tidak mudah hancur saat terkena ombak.

Untuk melihat aksi trolling, silahkan tonton video berikut ini.

4. Teknik Surf Casting

teknik mancing ikan

Teknik ini dilakukan dari pantai menggunakan joran dengan panjang sekitar 3-4m yang biasanya terdiri dari 3 sambungan yang disatukan.

Pemancing harus menggunakan reel besar, model spinning kelas 5000-8000 ke atas.

Walaupun teknik dasarnya mirip dengan casting yaitu melontarkan umpan sejauh-jauhnya, tetapi dalam teknik mancing surf casting, umpan yang dilontarkan justru dibiarkan mendarat layaknya mancing dasaran.

Oleh karena itu, pada rangkaian pancing dengan teknik ini harus menggunakan timah pemberat agar umpan tidak bergerak terbawa ombak.

Adapun umpan yang digunakan  adalah dari jenis ikan kecil, cacing laut, udang atau kerang-kerang laut yang bisa didapatkan di pesisir pantai.

Lemparkan umpan ke tempat dimana ikan diprediksi selalu berkumpul.

Selain di pantai, teknik surf casting juga bisa dilakukan di muara sungai atau pada saat laut pasang.

Pada waktu air pasang, biasa ikan merapat ke tepian. Saat seperti itulah tepatnya Anda menggunakan teknik mancing ini.

Beberapa alat ini adalah sangat diperlukan:

Joran

Umumnya joran yang digunakan dengan panjang efektif sekitar 3-4m. Pastikan menggunakan joran yang ringan tapi kuat.

Reel

Gunakan spining reel dengan type ukuran 4000-8000 atau dengan kapasitas spool 200-300m (0,32mm).

Senar (kenur)

Untuk ukuran senar ideal adalah 0,28 – 0,35mm.

Hindari penggunaan senar dengan diameter lebih dari 0,40mm dan PE (kecuali untuk leader).

Pemberat

Gunakan ukuran yang efektif antara 60-100 gram, atau seimbangkan dengan prediksi arus ombak.

Kail

Biasanya banyak yang menggunakan ukuran antara nomor 6-10. Pastikan ukuran kail sesuai dengan target ikan.

Leader

Sering kali menggunakan ukuran 30 – 60 lbs dan usahakan memakai yang fluro karbon misalnya kili-kili/swivel dan karet spentil.

Umpan

Para pemancing dengan teknik ini seringnya memakai umpan berupa undur-undur dan cacing laut.

Atau dengan alternatif lainnya seperti udang hidup, cumi/sotong kecil, serta ikan kecil yang masih hidup.

Perhatikan video mancing dengan teknik surf casting.

5. Teknik Jigging

teknik memancing ikan

Teknik mancing jigging, adalah sebuah teknik memancing dengan menggunakan umpan mainan yang terbuat dari logam timah (metal jig).

Umpan tersebut umumnya berbentuk atau menyerupai ikan, udang, atau cumi yang beratnya lebih dari 100g agar terjun cepat ke dasar laut.

Pada beberapa kejadian, malah ada pemancing yang menggunakan umpan tiruan dengan berat 250 hingga 400g. Tergantung seberapa besar ikan yang menjadi target.

Teknik ini biasa dilakukan di perairan yang dalam (laut). Atau bahkan di tempat dimana terdapat banyak terumbu karang yang diperkirakan kedalaman mencapai 50 hingga 100m di dasar laut.

Memancing dengan teknik jigging memerlukan peralatan yang berbeda dari teknik popping atau casting.

Joran yang digunakan cenderung lebih kaku dan pendek antara 1,5-2m.

Joran untuk jigging biasanya dibuta secara khusus dan hampir menyerupai joran untuk teknik trolling. Hanya saja ukurannya yang lebih kecil dan terdiri dari 2 sambungan diujung pangkal joran (butt).

Dalam memancing dengan teknik jigging sangat dibutuhkan tenaga ekstra karena dilakukan berulang-ulang. Karenanya, teknik ini juga biasa disebut dengan sport fishing.

Tapi ada yang menarik disini.

Jigging sangat disukai banyak pemancing atau angler karena gaya mancing ini diibaratkan olahraga.

Untuk spot atau tempat, teknik ini mengutamakan air laut yang jernih dengan kedalaman 10-80m.

Umpan (lure) tersedia dengan berbagai macam ukuran dan berat, mulai dari 15g hingga 1kg. Sesuaikan dengan Spot dan target ikan.

Peralatan yang digunakan untuk teknik jigging antara lain:

Joran (Rod)

Joran yang digunakan umumnya berukuran 180cm atau disesuaikan dengan lure dan senar agar Anda bisa merasakan sensasinya ketika memancing.

Pada beberapa joran tertentu, biasanya telah digambarkan tentang ukuran-ukuran antara joran, senar dan lure. Jadi Anda tidak perlu rumit lagi menebak-nebak ukuran.

Reel

Dalam memilih reel, seperti biasa harus disesuaikan dengan ukuran joran, senar, lure dan target ikan.

Senar

Untuk memilih senar yang dipakai, biasanya menggunakan braided atau yang dikenal dengan istilah PE, dengan ukuran senar PE 3, 4, atau 5.

Tonton video mancing dengan teknik jigging di bawah ini.

6. Teknik Rock Fishing

teknik memancing

Ini adalah sebuah teknik yang sangat menegangkan bahkan termasuk kegiatan memancing yang terbilang ekstrim dan menguji adrenalin.

Hal ini dipicu karena teknik rock fishing dilakukan di tebing atau di karang tepi laut.

Walaupun teknik mancing ini berbahaya dan penuh resiko, namun ternyata banyak pemancing yang justru menikmatinya.

Dengan ketinggian, sudut tebing yang curam dan tajamnya karang, membuat pemancing harus ekstra hati-hati saat melakukannya.

Sedikit saja Anda melakukan kesalahan, maka bahaya mengancam jiwa Anda.

Tapi bagi para pencari kepuasan mancing, tantangan seperti itu malah membuat semangat mereka seakan bertambah. Dan itulah sensasi dari teknik rock fishing ini.

Untuk pemula, harusnya Anda didampingi orang-orang yang telah berpengalaman dengan situasi ini. Karena sangat-sangat dibutuhkan keahlian dan kelincahan yang luar biasa.

Nah bagi Anda yang suka tantangan, teknik mancing ini layak dicoba.

Dan ini adalah alat-alat yang harus Anda persiapkan:

Joran

Gunakan joran dalam mancing rock fishing ini yang hard action (agak kaku) dengan panjang sekitar 3,5-4 meter.

Reel

Untuk reel biasanya memakai ukuran yang besar, agar bisa menampung senar yang panjang minimal bisa mencapai 200m.

Senar

Umumnya senar yang digunakan adalah senar jenis monofilament atau fluorocarbon.

Tetapi saat ini malah banyak yang menggunakan benang PE dengan ukuran sampai 50-80 lbs. Dan senar mono yang masih dipergunakan biasanya berukuran minimal 0.60 mm.

Timah/Sinker

Untuk memancing dasaran pada teknik rock fishing, timah yang dipakai umumnya dengan berat minimal 100g.

Hook 

Mata kail (hook) yang dipergunakan kebanyakan dengan ukuran besar dan bagus. Hati-hati saat memilihnya, pastikan mata kail yang berkualitas.

Umpan

Umpan yang digunakan pada teknik ini adalah dengan ikan kecil sejenis tongkol, kembung, banjar, belanak atau yang sejenisnya.

Untuk target ikan besar, dipasang pada rangkaian/rig bermata 3-5 mata pancing. Dan untuk target ikan kecil bisa menggunakan umpan ikan tongkol dan ikan kembung fillet.

Coolbox

Pastikan Anda membawanya sebagai tempat menyimpan umpan dan ikan hasil tangkapan.

Jangkar 

Untuk membantu mengangkat ikan tangkapan. Alat ini biasa didesain khusus agar penggunaannya lebih mudah ketika mengangkat ikan dengan ukuran besar.

Video di bawah ini bisa menjadikan gambaran buat Anda tentang asiknya mancing dengan teknik rock fishing.

Demikian beberapa teknik dalam memancing yang telah populer dan telah dilakukan banyak pemancing di dunia.

Semoga bermanfaat.

Leave a Comment